Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • CARDIO COMMUNITY CARE
blog-img-10

Pertolongan Pertama

Edukasi Pertolongan Pertama pada Serangan Penyakit Jantung Koroner sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia maupun secara global. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang mengakibatkan berkurangnya suplai darah ke otot jantung. Penanganan yang cepat dan tepat, khususnya dalam satu jam pertama sejak timbulnya gejala, sangat berperan penting dalam menurunkan angka kematian akibat serangan jantung.

Sebagai bentuk upaya promotif dan preventif, disusun media edukasi berupa poster digital yang memuat informasi mengenai pengenalan gejala, faktor risiko, langkah pertolongan pertama, serta upaya pencegahan penyakit jantung koroner. Media ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular.

Gejala khas serangan jantung yang perlu diwaspadai meliputi nyeri atau rasa tidak nyaman di dada yang berlangsung lebih dari 20 menit, disertai keringat dingin, mual, pusing, serta kelemahan. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap gejala awal seringkali menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan medis sehingga meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian .

Dalam situasi darurat, langkah pertolongan pertama yang dianjurkan antara lain memposisikan penderita dalam posisi setengah duduk, membatasi aktivitas fisik, serta segera membawa penderita ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pada kondisi henti jantung, tindakan Bantuan Hidup Dasar berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP) perlu segera dilakukan oleh individu yang memiliki kompetensi. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai informasi yang tidak berbasis bukti, seperti anjuran batuk untuk mengatasi serangan jantung.

Faktor risiko penyakit jantung koroner terdiri dari faktor yang tidak dapat dimodifikasi, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keturunan, serta faktor yang dapat dimodifikasi, antara lain kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, stres, dan konsumsi alkohol berlebih. Oleh karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara komprehensif melalui penerapan perilaku hidup sehat.

Salah satu pendekatan yang dianjurkan adalah penerapan prinsip “PATUH”, yaitu periksa kesehatan secara rutin, atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, tetap menjalankan pola makan sehat dan seimbang, upayakan aktivitas fisik secara teratur, serta hindari konsumsi rokok dan alkohol. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan faktor risiko serta kejadian penyakit jantung koroner di masyarakat.

Dengan adanya media edukasi ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini serta penanganan cepat pada serangan jantung. Penanganan yang tepat waktu merupakan kunci utama dalam meningkatkan angka keselamatan pasien dan menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner.


Sumber:

  1. Abdul Herman Syah Thalib, Rusli Abdullah, Yantimala Mahmud, Nurbaiti. Penyuluhan Tentang Pertolongan Pertama pada Penyakit Jantung Koroner di Puskesmas Andalas Kota Makassar. Jurnal GESIT (Gerakan Aksi Sehat), 2024
  2. World Health Organization (WHO). Cardiovascular Diseases (CVDs) Factsheet.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 & 2018.
  4. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut, 2021.